Bagi seorang muslim, permohonan untuk mencukupi panggilan ke tanah suci jadi idaman yang sebisa barangkali diwujudkan. Jika kami cukup untungkan untuk sanggup menunaikan ibadah ini, tersedia baiknya buat persiapan diri untuk mengenal dan melengkapi syarat kemabruran ibadah haji kita.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah seterusnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji mabrur tak ada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR. Bukhari & Muslim).

 

Apa itu haji mabrur?
Mabrur berasal dari bahasa Arab, yaitu “barra-yaburru-barran”, yang artinya taat berbakti. Dalam kamus Al Munawwir Arab-Indonesia, mabrur artinya ibadah haji yang diterima pahalanya oleh Allah SWT. Adapun seorang haji yang mabrur adalah seseorang yang sanggup menghambat diri dari dosa hingga kematiannya dan tidak laksanakan perbuatan yang menyia-nyiakan hajinya.

Setelah tahu arti dari haji mabrur, bagaimana langkah kami buat persiapan dan laksanakan ibadah ini agar tidak percuma dan terjaga kesuciannya?

 

Mau daftar sekarang ? kesini : Onh plus

 

Mempelajari Ilmu Manasik Haji
Manasik haji adalah tata langkah laksanakan ibadah haji, mulai dari memakai pakaian ihram, miqat, tawaf, sai, wukuf di Arafah, melempar jumrah, tahallul, dan lain sebagainya. Selain itu tersedia terhitung 6 perlu haji yaitu ihram haji dari mīqāt, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah, jauhi perbuatan yang terlarang di dalam situasi berihram, dan thawaf wada’ bagi yang bakal meninggalkan Makkah.

 

Hal ini perlu dikerjakan agar jemaah haji tidak laksanakan kekeliruan dan kekeliruan yang sanggup menjadikan ibadah hajinya tidak sah dan sanggup terhubung barangkali ibadah haji yang dikerjakan tidak mabrur.

Ilmu manasik haji sanggup dipelajari lewat kitab-kitab, buku-buku manasik haji, atau menanyakan langsung kepada pemuka agama dan orang yang telah laksanakan ibadah haji. Sobat Principal yang masih di dalam proses buat persiapan dana haji atau tunggu keberangkatan sanggup mulai mempelajari ini dari sekarang.

 

 

Biaya haji berasal dari sumber yang halal

Aspek yang perlu diperhatikan adalah memelihara kesucian keseluruhan ibadah. Islam memelihara kebaikan ibadah mulai dari niat, syariat dan hal-hal pendukung di dalam pelaksanaan ibadah. Sehingga pastikan sumber dana yang Sobat Principal gunakan tahu asalnya dan terjaga kehalalannya ya.

 

Untuk Sobat Principal yang buat persiapan dana haji lewat pasar modal, pilih instrumen investasi yang berasal dari pasar modal syariah. Sebab pasar modal konvensional pengawasannya hanya dikerjakan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek indonesia. Pada pasar modal syariah, tak hanya dua instansi tersebut, tersedia DSN MUI terhitung turut mengawasi berjalannya pasar modal syariah agar sesuai dengan komitmen Islam.

Sehingga jangan khawatir jika dana haji disiapkan lewat instrumen investasi syariah. Pastikan sumbernya halal, pengelolaannya mengikuti ketentuan islam, insya Allah hasilnya bakal baik digunakan untuk ibadah.

Seseorang yang menunaikan ibadah haji mirip dengan mengeluarkan perbelanjaan dengan ikhlas, maka bakal diganti dengan kebaikan dan berkah serta kemudahan rezeki yang luas. Sebuah riwayat di dalam buku yang mirip mengatakan, mengeluarkan perbelanjaan untuk haji pahalanya mirip dengan Sabilillah yaitu setiap dirham diganti dengan 70 kali lipat.

 

 

Menjaga Hati
Saat laksanakan ibadah haji, kami perlu memelihara kesucian tekad dan ketulusan tindakan sehari-hari sepanjang menunaikan ibadah haji, memelihara kekhusyuan, serta mobilisasi tata langkah ibadah dengan tertib.

Selain itu, sepanjang mobilisasi ibadah haji kami perlu jauhi bersikap sombong, berbangga diri, berburuk sangka, berkata kotor, berbuat kefasikan, maupun tindakan lain yang terhitung di dalam akhlak tercela. Usahakan terhitung sepanjang mobilisasi ibadah haji, hati perlu selalu khusyuk dan penuh dengan kesabaran. Hal berikut sanggup dikerjakan dengan doa dan dzikir.

Di tanah suci kamu barangkali bakal banyak menemui cobaan. Berusahalah untuk selalu tenang dan berkepala dingin agar sanggup fokus terhadap yang hal utama, yaitu rukun dan perlu haji. Seseorang yang sedang dan telah laksanakan ibadah haji perlu sanggup membawa perbaikan diri, baik akhlak dan tingkah laku. Kita dikehendaki miliki hati yang lebih lembut dan bersih, tutur kata yang semakin lembut dan baik, ilmu dan amalan yang benar, serta lebih istiqamah.

 

 

Menjauhkan diri dari karakter tercela
Menjauhi larangan Allah, seperti rafats, fusuq, dan terhitung jidal merupakan keliru satu langkah yang sanggup dikerjakan untuk jadi haji mabrur. Rafats artinya berkata tentang hal-hal yang tidak berfaedah atau mengucapkan kata-kata kotor. Fusuq adalah perbuatan yang melanggar ketaatan kepada Allah. Sementara itu, jidal artinya sikap berbantah-bantahan, bertengkar, atau lebih-lebih baku hantam. Ketika karakter tercela berikut perlu terlampau sanggup kami jauhi agar disaat pulang dari berhaji, karakter kami bakal semakin baik dibandingkan sebelumnya.

Dengan memelihara diri dari ketiga karakter di atas secara istiqamah sepanjang laksanakan ibadah haji, sanggup menolong kami menggapai kemabruran ibadah haji.

Dari beragam langkah menuju haji mabrur di atas, siapkan diri kami mulai sekarang agar waktu idaman berhaji kami terwujud, kebiasaan-kebiasaan baik sesuai petunjuk agama telah jadi keseharian agar kebaikan yang kami laksanakan tidak hanya terhadap waktu beribadah haji saja, tapi diterapkan sepanjang hayat.

Jangan hingga ibadah haji yang kami laksanakan jadi sekadar gugur kewajiban (maqbul) atau lebih-lebih tidak diterima (mardud) ya, Sobat Principal!