Varian Baru Covid-19 – Sampai saat ini lonjakan dari kasus covid 19 sendiri masih terus berlanjut. Nah di tengah ramainya lonjakan tersebut, pemerintah pun mengumumkan bahwa virus corona ini telah muncul menjadi 3 macam varian.

Ketiga varian baru covid 19 yang dimaksud tersebut tak lain yaitu b.1.1.7 alpha, b.1.351 beta, dan juga cb.1.617.2 delta. Maksud dari varian tersebut merupakan virus yang muncul dari mutasi.

Sedangkan mutasi sendiri merupakan terjadinya kekeliruan pada saat virus sedang membelah tubuhnya. Dengan begitu maka muncullah anakan virus yang tidak mirip dengan aslinya atau bahasa ilmiahnya biasa disebut dengan istilah parental strain. Hal tersebut diungkapkan oleh prof wiku adisasmito yang mana selaku juru bicara satgas covid 19.

Dikutp dari laman resmi Zine Id, Pada tanggal 18 juni 2021, tiga varian baru tersebut pun akhirnya telah ditemukan dan juga sudah menyebar luas ke 12 provinsi di negara indonesia.

Tiga Varian Baru Covid-19

Jumlahnya sendiri bahkan sudah mencapai 145 kasus yang mana diperoleh berdasarkan hasilĀ  pemeriksaan terhadap 1989 sekuens genom virus corona itu sendiri. Lantas apa saja ciri-ciri dari setiap varian tersebut? Nah untuk lebih jelasnya lagi maka simak ulasan artikel mengenai tiga varian baru covid 19 di bawah ini ya!

1. Varian b.1.1.7 alpha

Untuk varian atau jenis yang pertama ini pada awalnya ditemukan di negara inggris. Di mana varian tersebut ternyata justru malah lebih menular jika dibandingkan dengan strain aslinya sendiri yaitu kurang lebih sebanyak 50 persen jumlahnya.

Ciri khusus dari varian ini tak lain yaitu proses transmisi atau penyebarannya berlangsung lebih cepat apabila dibandingkan ke 2 varian yang lainnya yaitu delta dan juga beta.

Gejala yang dialami oleh para penderita varian alpha ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan gejala yang dialami oleh pasien yang terinfeksi covid 19 pada umumnya.

Di mana para penderita jenis varian alpha ini mengalami kelelahan dan nyeri otot, demam, batuk dan sakit tenggorokan, hilangnya indra penciuman dan perasa, merasa sesak napas, pusing, mual, malaise, dan juga sulit berpikir dengan jernih.

2. Varian b.1.351 beta

Varian yang ditemukan di daerah afrika selatan ini ditemukan untuk pertama kalinya pada bulan desember tahun 2020 lalu. Sedangkan di bulan mei kemarin, virus ini sudah mulai ditemukan di indonesia sendiriĀ  yaitu tepatnya di daerah bali.

Sama halnya dengan varian alpha, varian yang satu ini juga mempunyai kemampuan yang tak kalah cepat. Sedangkan gejala yang muncul akibat varian beta ini juga hampir sama dengan gejala yang dialami oleh para penderita yang terinfeksi virus corona pada umumnya. Namun sayangnya justru mutasi dari varian beta inilah yang bisa dibilang cukup berbahaya.

3. Varian 1.617.2 delta

Terakhir, varian delta ini pertama kali muncul di daerah india atau lebih tepatnya di daerah maharashtra. Selain itu ternyata varian ini juga mempunyai beberapa karakteristik mutasi tersendiri. Dengan begitu hal tersebutlah yang justru membuat varian delta justru lebih mematikan jika dibandingkan dengan strain yang asli.

Parahnya lagi ternyata varian delta ini dikatakan bisa menginfeksi kembali pasien covid yang sudah pernah terdampak covid 19 dan bahkan juga bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh atau imun pasien tersebut.

Sedangkan gejala yang timbul dari varian delta ini tak lain yaitu hilangnya selera makan, mual, muntah-muntah, sakit perut, nyeri sendi, dan bahkan hilangnya kemampuan pendengaran.

Sumber