Dengar nama Chairul Tanjung, beberapa orang mengenalinya sebagai salah satunya figur penting dibalik kerajaan usaha CT Corp. Beragam anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, sampai CT Global Sumber juga ada di bawah perusahaan konglomerasi kepunyaannya itu.

Oleh karenanya juga, tidaklah aneh bila figurnya sekarang dikenali khalayak luas sebagai salah satunya pebisnis sukses Indonesia. Bahkan juga menurut Forbes, ayah dari Putri Tanjung ini dijumpai mempunyai keseluruhan kekayaan capai US$ 4,2 miliar atau sama dengan Rp 59,5 triliun

Tetapi, dibalik keberhasilan yang sukses dicapainya sekarang ini, sedikit yang mengetahui jika perjalanan Chairul Tanjung raih itu semua tentu saja tidak gampang. Banyak halangan, rintangan, dan ketidakberhasilan yang sudah dilewati oleh bekas Menko Ekonomi ini.

Satu diantaranya yang bisa jadi ide ialah jerih payahnya dalam mengongkosi ongkos pengajaran dengan jalani beberapa usaha skala kecil di umur muda.

Awalnya Karier Chairul Tanjung

Source gambar: Instagram @anita_chairultanjung Mengenyam kursi kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, siapa kira bila nasib Chairul Tanjung malah berlainan 180 derajat dari jalur yang diputuskannya itu, dan justru usai sebagai pebisnis sukses nasional. Terutama bila menyaksikan background keluarganya yang jauh dari kata kaya raya atau mempunyai privilege khusus untuk capai itu semua.

Bahkan juga, tidak banyak yang mengetahui bila Chairul muda sempat rasakan tinggal dalam suatu losmen kecil yang paling sempit karena jatuhnya kondisi ekonomi keluarga.

Tetapi, karena kepiawaian dan kegigihannya dalam meniti usaha skala kecil untuk bisa mengongkosi kuliah sendiri saat itu, keberhasilan Chairul dalam menjalankan bisnis juga jadi berlanjut sampai sekarang, dan dia sukses memutar roda ekonomi keluarga.

Walau memang, jadi pebisnis seperti saat ini sebetulnya bukan karena mimpi lama, tetapi karena kondisi dan harus terpaksa cari uang untuk kuliah.

“Jadi saya jadi pebisnis bukan lantaran pengajaran, bukan lantaran turunan orang kaya . Maka pebisnis karena mau tak mau mengongkosi sekolah sendiri mencari uang untuk kuliah,” tuturnya saat mendatangi acara penyeluncuran bukunya di tahun 2012 lalu.

Lalu, seperti apakah cerita perjalanan usaha Chairul Tanjung di umur muda saat itu?

Rantai usaha Chairul Tanjung di umur muda

Source gambar: Instagram @anita_chairultanjung Pergi dari background keluarga kurang ada, Chairul Tanjung muda sempat memang rasakan pahit dan kerasnya kehidupan. Beragam usaha skala kecil juga sempat dia lalui untuk dapat mengongkosi kuliahnya. Dikutip dari beragam sumber, berikut beberapa salah satunya:

1. Foto copy dan jual buku

Siapakah yang menduga bila rupanya seorang Chairul Tanjung juga pernah berusaha cari beberapa pundi uang melalui usaha foto copy saat dianya di kursi perkuliahan.

Keadaan itu bermula dari rutinitas beberapa mahasiswa yang saat itu rerata harus keluarkan Rp 500 untuk foto copy 20 helai buku diktat praktikum dari dosen. Chairul juga menyaksikan keadaan itu sebagai kesempatan emas untuk dianya mengawali usaha skala kecil.

Dia bekerja bersama dengan temannya yang berani tawarkan harga foto copy lebih rendah, yakni Rp 150 per 20 helai dan jual buku diktat itu dengan harga Rp 300.

Gagasan usaha kecil-kecilannya itu juga laku manis, bahkan juga dia mampu jual 100 buku diktat dan mendapat keuntungan sejumlah Rp 15 ribu. Dari situlah naluri usahanya mulai ada, dan peluangnya untuk memperoleh beberapa puluh ribu atau bahkan juta-an mulai berasa lebih gampang.

2. Toko perlengkapan kedokteran

Mulai memperdalam dunia usaha secara serius, Chairul Tanjung selanjutnya meniti untuk membangun toko yang jual perlengkapan kedokteran dan laboratorium yang dijumpai berada di bilangan Senen, Jakarta Pusat.

Sayang, usaha itu alami kemunduran hingga Ayah dari pebisnis muda, Putri Tanjung ini harus kembali cari kesempatan untuk mempertajam kepiawaian berbisnisnya.

Lelaki yang dekat dipanggil CT ini selanjutnya sempat coba usaha kontraktor, tapi usaha itu kembali tidak berhasil. Walau demikian, semangatnya untuk selalu berusaha dan maju tak pernah kering.

3. Usaha sepatu

Sesudah menuntaskan kursi perkuliahan pada tahun 1987, Chairul Tanjung bersama dengan 3 orang temannya pada akhirnya mulai memperdalam usaha dengan membangun PT Pariarti Shindutama.

Dengan bekal modal awalnya sejumlah Rp 150 juta, mereka menghasilkan sepatu anak-anak untuk di-export ke beberapa negara Eropa.

Tanpa diperhitungkan, peruntungan mendatanginya karena perusahaan yang dibangunnya itu sukses mendapatkan pesanan sepatu sekitar 160 ribu pasang dari negara Italia.

Walau usaha yang dibangunnya ini kali semakin maju dibanding sebelumnya, tetapi sayang karena ketidaksamaan misi serta visi berkaitan pengembangan usaha, Chairul Tanjung juga pada akhirnya pilih mundur.

Kemudian, dia juga memilih untuk membangun upayanya sendiri yang dinamakan Beberapa Grup yang mengepalai beberapa sub-holding seperti Beberapa Global Investindo (usaha keuangan), Beberapa Pokok Investindo (media dan investasi), dan Beberapa Pokok Propertindo (property). Dia selanjutnya resmikan peralihan nama Beberapa Grup jadi CT Corp di tanggal 1 Desember 2011.

Belajar mengawali usaha dari cerita sukses Chairul Tanjung

Source gambar: Instagram @anita_chairultanjung Walau datang dari background keluarga ngepas, tapi hal itu ternyata tidak jadi penghalang untuk figur yang dipanggil sebagai Sang Anak Singkong ini untuk raih keberhasilan.

Bermula dari buka usaha skala kecil untuk mengongkosi kuliahnya di Fakultas Kedokteran Gigi di Kampus Indonesia, selanjutnya coba beragam bidang usaha untuk cari keberuntungan, Chairul Tanjung juga sekarang sudah sukses berubah sebagai salah satunya pelaku bisnis sukses Indonesia dengan nilai kekayaan yang mengagumkan.

Dari cerita perjalanan Chairul Tanjung itu, makin bisa dibuktikan bahwasanya tidak ada yang mustahil di bumi ini asal kita ingin usaha dengan benar-benar.

Kamu juga dapat kantongi keberhasilan dengan masuk ke dunia usaha seperti yang sudah dilakukan Chairul Tanjung, walau harus bermula dari usaha kecil lebih dulu.

Menyaksikan dari jumlahnya ketidakberhasilan yang pernah dirasakan CT pada perjalanan usahanya, oleh karena itu penting untuk pilih dan tentukan bidang usaha yang mana mempunyai prospect janjikan, ditambah di zaman wabah seperti sekarang ini.

Baca Juga: jasa pembayaran internasional

Baca Lainnya: keranjangku.net