Melangkah Dengan Permainan Egrang

Salah satu permainan tradisional yang sering kita jumpai dalam perlombaan 17 Agustus adalah Permainan Egrang. Permainan yang menjadi tradisi Indonesia ini sangat digemari oleh anak-anak. Dikutip dari laman Indonesia.go.id egrang telah berkembang sejak masa kolonial Belanda. Egrang atau galah adalah tongkat dengan panjang tertentu yang digunakan agar seseorang bisa berdiri di atas tanah.

Jika dilengkapi dengan tempat berdiri dan tali yang diikatkan pada kaki, maka egrang bisa dipakai untuk berjalan. Bermain egrang tidaklah semudah yang terlihat. Pemain egrang harus memiliki keseimbangan yang baik agar tidak terjatuh. Namun jika tubuh terlalu tegak atau terlalu condong ke depan dan tidak dapat segera menyesuaikan diri, pemain juga tetap akan terjatuh. Untuk itu dibutuhkan latihan agar bisa bermain egrang dengan baik.

Tidak hanya sebagai permainan ternyata egrang juga bisa dijadikan sebagai olahraga. Permainan ini dapat melatih dan mengembangkan sensor motorik si pemain. Selain itu anggota tubuh lainnya seperti tungkai, perut, lengan dan tangan juga dapat dilatih kekuatannya dalam permainan ini. Tidak kalah menarik lagi permainan ini tidak hanya dilakukan dengan berjalan tetapi juga sambil bermain bola.

Hal ini menjadi tingkatan yang lebih sulit lagi dalam memainkannya. Seperti dilansir dari berita Kompas, di Kulon Progo sepak bola egrang mulai dikenal masyarakat dalam sport exhibiton yang diadakan saat ulang tahun kota tersebut. Salah satu pemainnya yang baru berusia 15 tahun mengaku sudah biasa bermain engrang sehingga bisa mengontrol dan menendang bola dengan keseimbangan yang masih tetap terjaga.

Sebagai salah satu permainan tradisional Indoneia, engrang sudah seharusnya dilestarikan. Banyak sekali nilai-nilai budaya yang dapat ditemukan dalam permainan ini. Bermain egrang dapat melatih kerja keras dan keuletan. Pemain egrang tidak hanya berusaha untuk melatih keseimbangan tetapi juga berusaha keras untuk mengalahkan lawannya.

Selain itu dalam latihannya pemain harus bisa bersabar dan tekun agar bisa menguasai teknik bermain yang baik. Dan hal yang paling penting lagi adalah keuletan si pembuat kayu agar dapat menciptakan kayu yang kuat dan tidak gampang patah ketika dipakai untuk bermain engrang.